Hay, Saya OmRagil!

kadang lucu, kadang ga lucu, kadang nglucu tapi ga lucu
content writter, blogger, comic, mau saya nulis apa saya ngelucu ?
CP : 085707080824 Email : darjosuwito@gmail.com


Pertama, percayalah saya menulis ini dalam kondisi dikejar deadline 100 artikel pesanan orang. Tapi berhubung saya akhir-akhir lagi mandan mikir keras perihal satu kata yang sering kali mengganggu saya, Yaitu adalah tentang deskripsi pertemanan, alias “kanca”. Maka mau tidak mau, suka tidak suka, saya harus sedikit meluangkan waktu untuk menuliskan ini. Sebelum semua serba terlambat, sebelum negara api menyerang, sebelum ahok jadi muslim, sebelum jokowi kembali jadi bos mebel, sebelum NKRI berubah jadi negara feodal, dan sebelum-sebelum yang lainnya ,..



Kedua, sebelum kita sampai pada saat yang membahagiakan dimana kemerdekaan adalah hak segala bangsa, dan penjajahan diatas dunia harus dihapuskan ,.. (jika sampean paham kelanjutanya, maka sampean termasuk generasi yang taat akan upacara) ,.. saya harus menjelaskan dahulu deskripsi “kanca” menurut kamus besar bahasa zimbawe yang sudah lama dilupakan. Begini saudaraku, deskripsi “kanca” menurut kamus besar bahasa zimbawe adalah :


Kanca adalah semacam manusia, yang ingin kamu ngertiin dia, yang ingin kamu bisa selalu ada buat dia, yang ingin kamu selalu bisa nolongin dia, yang ingin kamu selalu ngalah buat dia,. Tapi,.. dia ga akan ngertiin kamu, dia ga akan selalu ada buat kamu,. Dia ga akan selalu bisa nolongin kamu,. Dia juga kadang ga pernah mau kalah dari kamu,. Intinya, kanca adalah semacam manusia yang sungguh gaapleekiiii,..  


Setelah sampean membaca itu terus sampean akan berfikir saya manusia yang egois dan merasa bisa hidup sendiri? Maka akan saya jawab,.

Iaa,.. saya memang bisa hidup tanpa kanca-kanca yang gaplleekii tersebut.

Begini kisanak,.

Hubungan perkancaan akan jauh lebih rumit dari pada hubungan percintaan. Apalagi hubungan perkancaan dikalangan cewe. Sungguh, percayalah itu hal yang rumit.

Akan ada masa dimana kanca kamu akan bilang dengan bibir yang agak monyong-monyong, hidung yang push up dan kembang kempis, serta tatapan sinis penuh kecemburuan..

Owhh,. Jadi setelah kamu jadian sama dia,. Kamu lupa gitu sama aku,.?? Padahal kan lebih lamaan aku kenal kamu dari pada cowo kamu itu,..


Percayalah,. Akan ada masa dimana seseorang yang melabeli dirinya “kanca” terbaik kamu akan ngomong kaya gitu. Jika datang masanya, maka satu saran saya,. Jawab aja demikian..


Iaa,.. emang kenapa,.?? Maaf yaah... aku bukan lesbi...


Itulah kanca saudara-saudara.. itulah hubungan perkanca-an yang sungguh gaapleekii sekali.

Maksud saya begini, pertama,. Mau sedekat apapun hubungan kamu dengan kanca kamu tersebut, akan ada masa dimana dia akan memilih untuk dekat dan lebih lama dengan seseorang yang dia kasihi,. Inilah hidup wahai saudaraku. Kita memang mahluk sosial,. Namun.. ada waktu dimana kita akan menata hidup kearah yang lebih serius, bukan melulu kumpul kanca-kanca ngomong ngalor ngidul tanpa poin dan maksud yang jelas, dan lagi pula,. Konteks kalimat,..

Aku lebih lama kenal kamu,. Dari pada cowo kamu,..

Adalah kalimat yang aneh dan tidak tepat. Sebab mamih saya tidak pernah bilang,.

Ooowhh,. Jadi sekarang lebih suka makan diluar sama temen-temen,.? Ga mau makan masakan mamih lagii,.?? Iaa,..?? padahal lebih lama mamih kenal sama kamu lhoo,. Dari pada temen mu itu,. Malah mamih yang nglahirin kamu...


Maka sekali lagi tulung umat-umat kekinian,. Jadilah kanca yang baik dan bijak. Sebab bumi sudah terlalu sesak dengan kanca-kanca yang gaapleekii sekali.
Dan jika saya harus membuat urutan dari bawah ke atas akan status perkancaan, maka mungkin akan jadi demikian,.

  • Orang asing  (orang yang ga kamu kenal)
  • Kanca (orang yang kamu sebatas kenal, tahu nama, tapi ga pernah main bareng)
  • Kanca yang gapleeki (orang yang kamu kenal, tahu nama, suka maen bareng, lebih banyak bersama, tapi dia ggaplleekii banget)
  • Sahabat (orang yang akan biasa-biasa saja waktu kamu ga punya waktu buat sekedar guyonan bareng, orang yang akan biasa-biasa aja meski kamu sudah ga pernah suka main PS bareng, tapi orang yang pertama kali kabar saat kamu sakit, ngasih ucapan selamat buat semua yang kamu raih)
  • Keluarga (deskripsi kan sendiri,.. saya lagi muulees )

Dan terakhir,.. hari ini saya sedang menambahkan satu nama kedaftar kanca yang gapleekii sekali. Semoga bukan kamu,. Kamu,. Kamu,. Yang sedang membaca tulisan ini.


Sekian. Terima kasih.


Kanca – Kanca Gaaplleekii


Sudah 26 tahun lamanya saya hidup dan menetap pada sebuah desa yang terletak di Kecamatan Adipala dan Kabupaten Cilacap, Desa itu bernama Karangbenda. Sebuah desa yang layaknya desa lainya, desa ini juga biasa-biasa saja. Hamparan sawah masih bisa kita lihat saat memasuki desa ini, namun sayangnya sawah tersebut adalah sawah dengan tipe tadah hujan. Jadi jika musim kemarau berkepanjangan sawah nyaris tidak akan bisa ditanami apapun, sedangkan jika curah hujan lebat maka bisa dipastikan sawah akan tergenang oleh air hingga kadang malah mengakibatkan banjir. Saya sering kali menghela nafas panjang jika melihat kondisi yang demikian, apalagi hampir semua warga di desa Karangbenda bermata pencaharian sebagai petani. Hanya segelintir orang saja yang bermata pencaharian bukan petani. Jika sudah demikian, maka apa yang harus dilakukan oleh warga di desa saya?.


Namun selalu ada hal baik yang tersembunyi dibalik musibah atau kekurangan yang ada. Yaitu adalah potensi wisata yang terdapat pada desa Karangbenda itu sendiri. Banyak hal yang bisa digali dan dimasksimalkan di Karangbenda. Mulai dari pesona wisata pantai, pesona wisata alam lainya seperti gunung, gua bahkan sampai wisata kerohanian. Jika potensi wisata yang ada bisa dimaksimalkan, maka itu bisa menjadi nilai tambah Desa Karangbenda yang telah menyebut dirinya menjadi Desa Wisata. Selain itu juga bisa menjadi pendapatan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.


Beberapa potensi wisata yang ada di Karangbenda memang mulai banyak dikenal, tapi belum semuanya. Beberapa hal berikut ini adalah potensi Desa Karangbenda yang sudah banyak diketahui oleh masyarakat luas, meski lagi-lagi belum bisa dimaksimalkan dengan lebih optimal.


View Gunung Selok

View Gunung Selok


Gunung Selok adalah salah satu potensi wisata yang ada di Desa Karangbenda. Banyak tempat yang bisa dijadikan objek dan tujuan wisata di Gunung Selok ini. Salah satunya adalah View Gunung selok. View Gunung Selok awalnya merupakan tempat berkemah untuk komunitas pecinta alam di SMA dan SMP sekitar Desa Karangbenda. Lama tidak dimanfaatkan akhirnya membuat warga sekitar berinisiatif untuk memanfaatkanya sebagai potensi wisata. Apalagi pemandangan yang disajikan dari tempat tersebut sungguh sangat indah dan menakjubkan. 



Dari View Gunung Selok kita bisa melihat luasnya hamparan Pantai Srandil dan Pantai Selok, dibumbui dengan hamparan sawah yang jika sedang masa tanam maka akan terlihat kehijauan yang indah, sedangkan jika sudah memasuki masa panen akan menyajikan hamparan warna kuning yang mengagumkan. Sungguh kuasa dan nikmat Tuhan mana yang akan kita dustakan?. Di View Gunung Selok juga sudah tersedia tempat untuk berselfie ria dengan background pemandangan yang menakjubkan. Jelas menjadi sebuah destinasi wisata yang bisa menyerap banyak wisatawan berkunjung. Khususnya para kaula muda.

Pantai Sodong

Pantai Sodong, terletak persis dibawah Gunung Selok. Pantai ini unik, karena anda akan mendapati tebing-tebing Gunung yang mungkin akan jarang anda temui di pantai lainya. Selain itu juga, ada beberapa gua yang bisa juga anda kunjungi. Gua ini sendiri sering menjadi destinasi wisata bagi mereka pemburu wisata kerohanian. Sudah bukan rahasia lagi jika gua-gua yang ada disekitaran Pantai Sodong dan Gunung Selok memiliki cerita mistis dan mitosnya masing-masing. Jika anda cukup bernyali, cobalah untuk berkunjung ketempat ini pada malam jumat kliwon atau selasa kliwon pada penanggalan jawa. Pastinya anda akan mendapati sensasi yang berbeda. 



Selain tebing dan gua, disepanjang tepian pantai juga tersedia hamparan pohon cemara yang menyejukan. Anda bisa bersantai dengan sambil tiduran di ayunan yang sudah disediakan. Pantai Sodong sendiri juga berbatasan langsung dengan Pantai Srandil, jadi anda bisa menikmati pesona dua pantai sekaligus dalam satu waktu. Jika anda ingin menikmati indahnya matahari tenggelam, maka datanglah menjelang senja. Jika cuaca mendukung, maka keromantisan senja akan membawa anda memasuki fase paling intim dengan pasangan.



Harapan saya kedepan, sebagai anak Desa asli tidaklah muluk-muluk. Cukup potensi wisata tersebut dapat dimaksimalkan dan dapat dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan tambahan warga Desa Karangbenda.

Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Visit Jawa Tengah 2016 yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah @VisitJawaTengah



Potensi Wisata Desa Karangbenda


Pertama-tama, setelah sekian lama vakum tanpa cleaner karena saya bukan pembersih, akhirnya omragil.id kembali punya postingan. Meski yaa,.. lagi lagi, bukan artikel yang penting. Jadi jika sampean mengharapkan ada informasi yang informatif dari hasil membaca blog saya, maka sampean salah alamat. Alangkah baiknya segeralah tanya dora sama petanya biar dikasih alamat yang benar. Jangan tanya ayu ting ting, sebab ia sudah keburu salah alamat sebelum sempat memberikan alamat yang benar. Alih-alih mendapatkan alamat yang benar, sampean hanya akan disuguhi alamat palsu.


Owh,. Ia,. Tidak lupa saya ucapkan selamat datang pada mahasiswa-mahasiswa yang kebetulan saya ajar, lalu iseng buka blog saya. Gimana menurut sampean? Apa saya termasuk dosen yang layak jadi panutan, apa saya termasuk dosen yang bisa kalian idolakan?. Kalau ga,.?? Ya ga masalah. Sebab persepsi manusia akan membawanya kepada satu idola dan panutan menurutnya. Saran saya satu, sering-seringlah makan-makanan yang bergizi setelah membaca blog saya. Sebab membaca blog saya akan sama menyusahkanya dengan ngupasin kwaci yang sudah mlempem.


Kali ini saya akan menceritakan sedikit kegelisahan tentang ketidak merdekaan dinegri sendiri yang katanya sudah merdeka. Sebagai awalan, saya akan ceritakan kebiasaan saya yang masih sering kali jalan kakai untuk menempuh satu tujuan tertentu. Jika jaraknya dekat pastinya. Misalkan saja seperti dari kost saya menuju tempat saya bekerja. Maka saya pasti jalan kaki. Bukan sebab karena saya tidak punya motor, tapi memang karena belum punya motor. Itu dua hal yang berbeda, tolong dibedakan. Selain itu juga, meski saya lahir dijaman yang serba modern dengan modernitasnya, akan tetapi saya tetap masyarakat tradisional yang masih mementingkan kemampuan pribadi dari pada bergantung pada mesin. Atau paling mentok, saya akan menggunakan fasilitas umum seperti angkot, bus bahkan tukang becak.


Kebiasaan jalan kaki tersebut akhirnya membuat saya kerap kali berfikir. Bahwa negri ini bukan negri yang cukup ramah buat orang yang akhirnya memutuskan tidak mengikuti arus perubahan, tidak cukup ramah buat orang yang akhirnya memilih berbeda, tidak cukup ramah untuk sedikit orang atau kemudian kita sebut sebagai minoritas, tidak cukup merdeka dinegri yang katanya sudah merdeka. Tidak, sama sekali tidak. Kasus kecilnya dari ketidak merdekaan itu, dari ketidak ramahan itu adalah hak pejalan kaki menggunakan jalan. Iya,. Jalan kaki dinegri ini itu kaya orang mau mendirikan sholat dinegri gaza, banyak rudalnya, banyak perangnya. Kalau persamaan itu dinilai terlalu tinggi, maka bolehlah saya samakan dengan makan potongan ayam paling besar pada menu rica-rica ayam, pas digigit ternyata lengkuas. Kaya ada asyuu assyuunya gitu. Ehh,. Tunggu dulu,. Rica-rica ayam pake lengkuas ga yaah ???.



Sebagai landasan biar kita sama-sama paham bagaimana hak pejalan kaki menggunakan jalan, maka akan saya sampaikan juga mengenai undang-undang No 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan, khususnya pasal 131. Tiba-tiba saya jadi umat yang hapal undang-undang. Padahal biasanya saya Cuma hapal dasa dharma. Terima kasih google.

Bunyinya adalah demikian:

  • Pejalan kaki berhak atas ketersediaanya fasilitas pendukung berupa trotoar, tempat penyebrangan dan fasilitas lainya.


  • Pejalan kaki berhak mendapatkan prioritas pada saat menyebrang jalan ditempat penyebrangan.


  • Dalam hal belum tersedia fasilitas sebagaimana dimaksud diatas pejalan kaki berhak menyeberang ditempat yang dipilih dengan memperhatikan dirinya. 



Kemudian juga dalam undang-undang yang sama pada pasal 132 di sebutkan hak-hak pejalan kaki adalah sebagai berikut :

  • Pejalan kaki menggunakan jalan yang diperuntukan bagi pejalan kaki atau bagian jalan yang paling tepi.
  • Pejalan kaki wajib memperhatikan keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
  •  Pejalan kaki penyandang cacat harus mengenakan tanda khusus yang jelas dan mudah dikenali.


Namun sayangnya, kita atau bahkan saya sering kali kalah bahkan harus mengalah dengan para pengguna sepeda motor atau bahkan mobil sekalipun.

Saya kadang bahkan sering kali pengin sekali ngomong,. “ waaassssyuuuuuu,...” saat motor tiba-tiba saja melaju kencang, mendahului saya sampe mepet-mepet padahal saya sudah ditepian jalan paling tepi.

Kadang penggin sekali teriaak,.. “buuuuaaangggssyyyaattt” saat mobil ga tau tata krama mepet-mepet saya yang hanya sedang jalan kaki.

Saya kadang pengin sekali ngomong kasaar,.. “kaammmpreeettt”,. Saat motor tak mau mengalah sejenak padahal saya Cuma mau nyebrang jalan doank.

Begitulah fakta dan realitasnya. Negri ini memang tidak ramah, bahkan terlalu kasar dan lancang untuk pejalan kaki. Kapan yahh,. Saya beli mobil....??


Pejalan Kaki Yang Tidak Merdeka